Halo! Punya mobil matic itu memang bikin hidup lebih gampang, ya? Nggak perlu repot injak kopling, tinggal gas, langsung ngebut!
Perbedaan Oli Mesin Dan Oli Transmisi Mobil Matic
Tapi, tahu nggak sih, biar mobil kesayanganmu awet dan performanya tetap ciamik, perawatan itu hukumnya wajib banget, lho!
Apalagi soal oli. Banyak banget lho yang suka salah paham atau bahkan menyamakan fungsi oli mesin dan oli transmisi.
Padahal, dua cairan ini punya tugas yang super beda dan nggak bisa ditukar begitu aja!
Percaya deh, memahami perbedaan oli mesin dan oli transmisi mobil matic itu bukan cuma soal teknis yang bikin pusing, tapi ini kunci utama biar mobilmu punya umur panjang dan nggak gampang rewel.
Jangan sampai deh, cuma karena salah pilih atau salah ganti oli, mobil matic kesayanganmu malah ngambek dan bikin dompet menipis karena biaya perbaikan yang mahal.
Yuk, kita kupas tuntas biar kamu makin pintar soal perawatan mobil!
Memahami Oli Mesin Peran dan Karakteristiknya
Nah, pertama-tama, mari kita bedah si oli mesin. Bisa dibilang, oli mesin ini adalah “darah” bagi jantung mobilmu, yaitu mesinnya.
Fungsi utama oli mesin itu banyak banget lho! Mulai dari melumasi komponen-komponen bergerak di dalam mesin biar nggak saling bergesekan dan aus, sampai mendinginkan suhu mesin yang panas banget saat bekerja.
Selain itu, oli mesin juga bertugas membersihkan endapan kotoran dan mencegah karat biar performa mesin tetap optimal.
Untuk karakteristiknya, oli mesin ini punya kode-kode khusus yang menunjukkan viskositas atau kekentalannya, kayak SAE 5W-30 atau 10W-40. Angka di depan ‘W’ itu nunjukkin kekentalan oli saat dingin, sedangkan angka setelah ‘W’ itu kekentalan saat panas.
Ada juga kode API (American Petroleum Institute) seperti SN atau CF. SN biasanya untuk mesin bensin, sementara CF untuk mesin diesel.
Jadi, pastikan kamu pilih yang sesuai dengan jenis mesin mobilmu ya, jangan sampai ketuker!
Oh iya, kamu juga perlu tahu warna oli mesin yang bagus itu bening kekuningan, kalau sudah hitam pekat dan ada tekstur kasar, itu ciri-ciri oli mesin harus diganti.
Umumnya, jadwal ganti oli mesin mobil matic itu setiap 5.000 atau 10.000 kilometer, atau setiap 6 bulan sekali, tergantung rekomendasi pabrikan mobil dan juga jenis oli mesin mobil matic yang kamu gunakan.
BACA JUGA : Mesin Jebol Akibat Telat Ganti Oli Mobil? Pahami Risiko Terbesarnya!
Mengenal Oli Transmisi Matic Pelumas Khusus untuk Perpindahan Gigi Halus
Oke, sekarang giliran si oli transmisi matic. Kalau oli mesin fokusnya di jantung mobil, oli transmisi matic ini tugasnya di “otak” dan “kaki” mobilmu, yaitu sistem transmisinya.
Fungsi oli transmisi mobil matic ini super penting untuk memastikan perpindahan gigi berlangsung mulus tanpa hentakan, seperti sutra!
Selain melumasi komponen-komponen di dalam transmisi, oli ini juga mendinginkan suhu transmisi dan membantu memindahkan tenaga dari mesin ke roda.
Jadi, bayangin deh kalau oli transmisi ini nggak beres, bisa-bisa mobilmu terasa tersendat-sendat saat pindah gigi atau bahkan nggak bisa jalan sama sekali!
Karakteristik oli transmisi matic, yang sering disebut ATF (Automatic Transmission Fluid), beda banget sama oli mesin.
Viskositasnya khusus dan punya aditif-aditif spesial yang dirancang untuk kerja berat di sistem transmisi otomatis.
Ada banyak jenis oli transmisi mobil matic (ATF) di pasaran, seperti DEXTRON, Mercon, atau untuk mobil dengan transmisi CVT, ada oli CVT khusus.
Kamu juga perlu tahu, warna oli transmisi yang normal itu biasanya merah atau kuning cerah. Kalau sudah cokelat atau bahkan hitam, itu ciri-ciri oli transmisi harus diganti.
Jangan sampai ada suara dengungan aneh saat transmisi bekerja atau perpindahan gigi kasar, karena itu juga indikasi kuat oli transmisi harus segera dicek.
Untuk jadwal ganti oli transmisi mobil matic, biasanya lebih lama dari oli mesin, bisa setiap 20.000 hingga 40.000 kilometer, tapi tetap penting untuk rutin dicek kondisinya ya!
Perbedaan Oli Mesin dan Oli Transmisi Mobil Matic Secara Detail
Oke, sekarang kita bahas yang paling penting: apa sih bedanya secara spesifik? Pertama, tentu saja perbedaan fungsi dan cara kerja.
Oli mesin bekerja di ruang bakar yang panas dan penuh gesekan untuk menghasilkan tenaga, sedangkan oli transmisi bertugas melumasi gigi-gigi dan kopling di dalam transmisi untuk menyalurkan tenaga itu ke roda.
Mereka punya tugas yang berbeda, jadi komposisi kimianya pun beda banget, lho!
Kedua, ada perbedaan komposisi dan aditif. Oli mesin punya aditif untuk membersihkan sisa pembakaran, sementara oli transmisi punya aditif untuk stabilitas gesekan yang tinggi agar perpindahan gigi mulus.
Lalu, meskipun nggak selalu jadi patokan utama, seringkali ada perbedaan oli mesin dan oli transmisi mobil matic dari segi warna dan kekentalan awal.
Oli mesin umumnya berwarna kuning keemasan saat baru, sedangkan oli transmisi matic biasanya berwarna merah atau kekuningan cerah.
Nah, yang paling fatal adalah dampak salah pakai oli. Bayangin kalau sampai oli mesin masuk ke transmisi, atau sebaliknya!
Bisa dipastikan bakal terjadi kerusakan transmisi matic yang parah, bahkan bisa sampai harus ganti transmisi baru. Duh, amit-amit, ya!
Makanya, penting banget untuk selalu berhati-hati dan pastikan yang mengisi oli mobilmu itu orang yang benar-benar ahli.
Tidak ada komentar